Web Link:
Berita Indonesia
Makluk Pemakan Racun Mematikan
Bayang Reka Television Office:
3th floor, Grahita Indonesia Office Building
Jl. M. Toha, Blok D9/1, Bugel Mas Indah, Karawaci, Tangerang
Indonesia - 15113
e-mail: [email protected]
Phone/Fax : 021-5517190

Bayangtv.com: Beberapa waktu lalu, seorang reporter BBC telah mengungkap adanya satu bukti baru tentang kemungkinan makluk hidup pada hari kehancuran dunia. Seorang peneliti telah menemukan bahwa dalam kondisi tidak ada udara, dan dengan suhu yang sangat tidak memungkinkan bagi makluk hidup lain hidup di dunia ini, ada makluk yang ternyata masih tetap hidup secara normal dalam kondisi diatas.
Seorang ilmuwan NASA, Ames  bersma-sama dengan Badan Survei Geologi Amerika (USGS) beberapa waktu yang lalu dalam wawancaranya dengan kru BBC menyatakan telah membuat suatu deskripsi berkaitan dengan penemuan bakteri unik yang hidup di dalam lumpur sebuah danao berna,a Mono di daerah California. Dalam penelitiannya Ames telah menemukan Bakteri pemakan arsenic yang sangat beracun dan mematikan bagi makluk lainnya. Penemuan ini sekaligus menjadi bukti bahwa ada harapan organisme baru yang bisa hidup dengan kondisi yang jauh lebih berbahaya di luar bumi.

Arsenik yang lebih dikenal sebagai racun tikus yang sangat mematikan ini secara teori tidak akan bisa dikonsumsi oleh makluk hidup. Arsenik adalah elemen yang ditemukan di alam, dan produk buatan manusia, termasuk beberapa pestisida. Sumber arsenik kebanyakan terbesar dalam  makanan, menurut informasi dari Departemen Virginia Kesehatan Masyarakat. Mengkonsumsi arsenik dosis rendah dalam jangka panjang  dapat mengubah cara berkomunikasi sel, dan mengurangi kemampuan mereka untuk berfungsi, demikian hasil riset  para peneliti di Dartmouth University.
Arsenik dapat ditemukan dalam biji-bijian, buah-buahan dan sayuran menurut FDA. Beras adalah berbeda dari biji-bijian lainnya. FDA mengatakan ,Beberapa makanan laut juga memiliki tingkat tinggi arsenik (arsenik organik

Penemuan bakteri aneh itu adalah dorongan besar bagi pencarian organisme extraterrestrial. Riset ini membuktikan adanya organisme "bayangan" yang mampu hidup dalam lingkungan ekstrem yang sebelumnya dianggap tak dapat dihuni makhluk hidup.

Arsenik dikenal sebagai zat beracun bagi hampir semua bentuk kehidupan. Namun sejenis organisme yang ditemukan hidup dalam lumpur Danau Mono di California ternyata menggantungkan hidupnya dengan mencerna zat kimia mematikan itu. Penemuan bakteri tersebut membangkitkan harapan bahwa organisme seperti itu dapat hidup di lingkungan yang jauh lebih berbahaya, jauh dari Bumi.

Para ilmuwan selama bertahun-tahun telah beranggapan bahwa zat fosfor adalah satu dari enam komponen esensial bagi kelangsungan hidup semua makhluk hidup. Dengan logika itu, semua planet tanpa unsur tersebut tak dapat mendukung adanya kehidupan. "Penemuan ini telah membobol pintu itu dan mengungkap bahwa apa yang kami pikirkan ternyata salah," kata Wolfe-Simon

Temuan yang diumumkan oleh ilmuwan di NASA-Ames dan Badan Survei Geologi Amerika (USGS) di Menlo Park akhir pekan lalu itu mendeskripsikan bagaimana bakteri tersebut mulai menyimpang dari metabolisme normal, bergeser dari unsur fosfor ke arsenik yang populer sebagai racun tikus, dan tumbuh berkembang biak.


"Ini adalah mikroba yang memecahkan problem bagaimana hidup dalam cara yang berbeda," kata Felisa Wolfe-Simon dari Palo Alto, ahli astrobiologi muda NASA di USGS, yang memimpin riset itu.

Keberadaan bakteri ini menimbulkan pertanyaan, akankah  mikroba lain sanggup melakukan hal yang sama seperti mikroba ini?


RADIO STREAMING

PSIKOLOGI

KULIAH

KONSULTASI

HERBAL

TICKETING

GUEST HOUSE

INTERNET

KOMUNIKASI

WEBSITE

IKLAN GRATIS

SUPERMARKETKU

SNACK AND FOOD

LAUNDRY





BERANDA                TENTANG KAMI            ARSIP            TRENDING TOPIC
OLDER  << ------- >> NEWEST