Web Link:
Berita Indonesia
Valeria Levitina Penyandang Anoreksia terparah di Dunia
Bayangtv.com: Memiliki obsesi berlebihan tentang tubuh langsing ternyata tidak selalu berdampak positif, bahkan wanita bernama Valeria Levitina merasakan akibat yang sangat buruk dari obsesi tersebut. Dirinya selalu berharap bahwa tidak satupun wanita selain dirinya yang akan  mengalami dampak buruk seperti anoreksia yang dideritanya selama ini.

Program diet ketat yang diterapkan pada dirinya oleh ibu kandungnya membuat Valeria yang kini berusia 39 tahun memiliki tubuh bak kerangka hidup, dengan kulit yang membungkus tulang belulangnya. Badannya menjadi sangat kurus, dan wajahnya menjadi tampak seperti nenek-nenek yang mengerikan. Wanita asal Rusia ini sekarang tinggal di Monako. Valeria memiliki tinggi badan sekitar 172 Cm, namun bobot badannya kini hanya 26 Kg. Saat ini tubuh Valeria tidak bisa menerima gula dan karbohidrat.



Program diet ketat yang diterapkan pada dirinya oleh ibu kandungnya membuat Valeria yang kini berusia 39 tahun memiliki tubuh bak kerangka hidup, dengan kulit yang membungkus tulang belulangnya. Badannya menjadi sangat kurus, dan wajahnya menjadi tampak seperti nenek-nenek yang mengerikan. Wanita asal Rusia ini sekarang tinggal di Monako. Valeria memiliki tinggi badan sekitar 172 Cm, namun bobot badannya kini hanya 26 Kg. Saat ini tubuh Valeria tidak bisa menerima gula dan karbohidrat. Ketika ia sangat ingin memakannya dan mencoba untuk mengkonsumsi gula maupun karbohidrat, maka ia akan merasa mual dan terus muntah-muntah berkepanjangan. Awalnya, menurut kisah yang diceritakannya sendiri, Ibunya sangat cemas dan ketakutan  Valeria akan menjadi wanita yang gemuk seperti sanak keluarga mereka yang lain. Kecemasan dan ketakutan membuat ibunya menjalankan program diet yang amat ketat bagi Valeria.
Anoreksia lebih sering diderita oleh anak-anak usia remaja wanita, terutama pada masa puber mereka.
Ketika ia sangat ingin memakannya dan mencoba untuk mengkonsumsi gula maupun karbohidrat, maka ia akan merasa mual dan terus muntah-muntah berkepanjangan. Awalnya, menurut kisah yang diceritakannya sendiri, Ibunya sangat cemas dan ketakutan  Valeria akan menjadi wanita yang gemuk seperti sanak keluarga mereka yang lain. Kecemasan dan ketakutan membuat ibunya menjalankan program diet yang amat ketat bagi Valeria.

Para penderita anoreksia pada awalnya merasa sangat cemas dan takut akan berat tubuhnya, sehingga mereka kemudian membuat pertahanan diri (mekanisme pertahanan ego) dengan menolak makanan-makanan, dan cenderung menerapkan diet ekstra ketat untuk menurunkan berat badannya. Penderita anoreksia selalu memperoleh pemahaman yang salah  bahwa tubuh mereka masih terlalu gemuk meskipun faktanya mereka sudah terlampau kurus, terserang penyakit, dan bahkan mendekati kematian.

Beberapa gejala anoreksia adalah:
-Jadwal menstruasi yang tidak stabil atau bahkan 2 sampai 3 bulan berturut-turut tidak mengalaminya (khusus bagi wanita)
-menghindari makan besar
-Selalu mencemaskan berat tubuhnya
-Lemah
-Kulit kusam
-Nafas pendek-pendek
-Takut mengkonsumsi gula dan karbohidrat.
-Memaksa untuk memuntahkannya bila merasa asupan berlebihan
Dampak yang paling fatal adalah seperti yang diderita oleh Valeria Levitina.

Sumber : Berbagai Sumber


Bayang Reka Television Office:
3th floor, Grahita Indonesia Office Building
Jl. M. Toha, Blok D9/1, Bugel Mas Indah, Karawaci, Tangerang
Indonesia - 15113
e-mail: [email protected]
Phone/Fax : 021-5517190

RADIO STREAMING

PSIKOLOGI

KULIAH

KONSULTASI

HERBAL

TICKETING

GUEST HOUSE

INTERNET

KOMUNIKASI

WEBSITE

IKLAN GRATIS

SUPERMARKETKU

SNACK AND FOOD

LAUNDRY





BERANDA                TENTANG KAMI            ARSIP            TRENDING TOPIC
OLDER  << ------- >> NEWEST