Mengenang Tragedi Festival Air Kamboja
Ini adalah dokumentasi peristiwa mengenaskan yang terjadi pada bulan November 2010 silam di Kamboja. Lebih dari 340 orang tewas dan sedikitnya 550 terluka saat kejadian memilukan atas jembatan yang menghubungkan Koh Pich Island (Diamond Island) dan Phnom Penh City selama satu jam terakhir pada  hari terakhir perayaan Festival Air Kamboja. Para saksi mata yang menyaksikan peristiwa tersebut menceritakan berita memilukan ini. Kami telah mencoba dengan segala upaya membantu para korban selama hamper 4 (empat) jam lamanya, kata mereka. Isak tangis terdengar dimana-mana, suara gemuruh kaki yang berlarikian kemari menambah suasana senja itu menjadi semakin kelam.
Para saksi mata menceriterakan tiba-tiba berdatangan sekelompok manusia asing yang langsung melakukan keributan, dan tak lama kemudian kurban berjatuhan karena keributan terjadi  tiba-tiba membuat panik massa. Puluhan orang terjepit di Antara kerumunan orang yang masing-masing berusaha untuk menyelamatkan diri.
Seluruh negeri berduka atas kematian tragis ratusan orang selama kejadian memilukan yang pecah pada hari Senin malam. Itu adalah jam terakhir hari terakhir apa yang seharusnya menjadi perayaan bahagia Festival Air.
Ada kebingungan bagaimana kejadian memilukan dimulai tetapi, mengutip catatan  Khmerican di dinding Facebook-nya, yang juga merupakan  sumber yang dapat dipercaya, mereka menulis  bahwa sekelompok organisasi dengan sengaja melakukan huru hara agar para pengunjung  "panik" di jembatan yang baru dibangun itu.

Web Link:
Festival air Kamboja, setiap tahun selalu diselenggarakan sebagai tanda berakhirnya musim hujan. Festival air ini biasanya diselenggarakan selama 3 (tiga) hari. Pergelaran pesta tahun ini memang kebanjiran pengunjung, dengan jumlah yang diperkirakan mencapai 2 juta orang. Mereka semua berkumpul dan saling memadati jembatan yang menghubungkan kota Phnom Penh dengan sebuah pulau kecil. Mereka semua melakukan hal yang sama untuk dapat melihat secara jelas pesta air yang tengah berlangsung. Karena tak kuat menahan begitu banyak orang, jembatan rupanya ambruk, sehingga korban berjatuhan. Perdana Menteri Kamboja Hun Sen menggambarkan tragedi berdarah dalam festival air yang terjadi kemarin di Kamboja, sebagai insiden terburuk, setelah tragedi di zaman Khmer Merah berkuasa tahun 1975-1979. Dalam pernyataan yang disampaikannya di sebuah stasiun televisi, Hun Sen pun mengumumkan hari Kamis pekan ini menjadi hari berkabung nasional.
Bayang Reka Television Office:
3th floor, Grahita Indonesia Office Building
Jl. M. Toha, Blok D9/1, Bugel Mas Indah, Karawaci, Tangerang
Indonesia - 15113
e-mail: bayangrekatv@gmail.com
Phone/Fax : 021-5517190

Berita Indonesia
RADIO STREAMING

PSIKOLOGI

KULIAH

KONSULTASI

HERBAL

TICKETING

GUEST HOUSE

INTERNET

KOMUNIKASI

WEBSITE

IKLAN GRATIS

SUPERMARKETKU

SNACK AND FOOD

LAUNDRY





BERANDA                TENTANG KAMI            ARSIP            TRENDING TOPIC
OLDER  <<  ------- >> NEWEST
Penyebab Masih Simpang Siur
Tidak jelas apa sebenarnya penyebab utama pecahnya kepanikan massal yang melanda festival air di Kamboja kemarin. Namun juru bicara pemerintah Kamboja, Khieu Kanharith mengatakan terdapat rumor yang menyebar diantara para peserta festival terbesar di negeri itu, bahwa jembatan menuju Pulau Berlian yang menjadi arena festival kondisinya tidak stabil. Isu tersebut menyebabkan kepanikan luar biasa, karena orang-orang tidak tahu kemana harus melarikan diri.

Ratusan Orang Tewas, Lainnya Terluka
Sekitar 350 orang tewas akibat huru-hara tersebut, sementara lebih dari 400 orang terluka. Kebanyakan korban tewas karena tak dapat bernafas ketika berhimpitan serta luka dalam. Dua pertiga jumlah korban tewas adalah perempuan.


Di lokasi kejadian tampak sendal jepit dan kaca mata hitam yang rusak berserakan diantara mayat-mayat di jembatan. Di lokasi ini, Senin malam orang-orang berlarian tak tentu arah menyelamatkan diri dan saling bertabrakan, terjatuh dan saling tertimpa. Banyak juga orang menjatuhkan diri ke sungai untuk menyelamatkan diri. Seorang saksi mata menceritakan: "Menyeramkan, banyak orang yang tewas . Belum pernah sebelumnya terjadi hal mengerikan semacam ini."

Sebelumnya mereka tengah berduyun-duyun menyebrangi jembatan untuk mencapai sebuah pulau tempat diselenggarakannya konser-konser musik, yang juga dipenuhi stand-stand makanan, serta patung-patung es, sebelum akhirnya kerumunan massa menjadi kacau balau.